Lailatul qadar.

🎆🎆🎆🎆

RISALAH RAMADHAN 60 DARI 100 | LAILATUL QADAR BAGIAN 5 | TANDA-TANDA LAILATUL QODAR 

Pertama:

Udara atau angin pada malam itu terasa tenang. Tidak telalu dingin dan tidak pula terasa panas. Sebagaimana riwayat dari Ibnu Abbas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺍﻟﻘَﺪَﺭِ ﻟَﻴْﻠَﺔٌ ﺳَﻤْﺤَﺔٌ ﻃَﻠَﻘَﺔٌ ﻟَﺎ ﺣَﺎﺭَﺓً ﻭَﻟَﺎ ﺑَﺎﺭِﺩَﺓً

“Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin,..” (HR. Ibnu Huzaimah)

Kedua:

Matahari di pagi harinya tidak begitu panas dan berwarna putih tanpa memancarkan sinar ke segala penjuru. Disebutkan dari Ubay bin Ka’ab radhiyallahu ‘anhu , ia berkata:

ﻫِﻰَ ﻟَﻴْﻠَﺔُ ﺻَﺒِﻴﺤَﺔ ﺳَﺒْﻊٍ ﻭَﻋِﺸْﺮِﻳﻦَ ﻭَﺃَﻣَﺎﺭَﺗُﻬَﺎ ﺃَﻥْ ﺗَﻄْﻠُﻊَ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲُ ﻓِﻰ ﺻَﺒِﻴﺤَﺔِ ﻳَﻮْﻣِﻬَﺎ ﺑَﻴْﻀَﺎﺀَ ﻻَ ﺷُﻌَﺎﻉَ ﻟَﻬَﺎ

“..Malam itu adalah malam yang cerah yaitu malam ke dua puluh tujuh (dari bulan Ramadhan). Dan tanda-tandanya ialah pada pagi harinya matahari terbit berwarna putih tanpa sinar yang menyorot.” (HR. Muslim no. 762)

Ketiga:

Malam tersebut tampak cerah dan terang. Sebuah riwayat dari Ubadah bin Shamit, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺻَﺎﻓِﻴَﺔٌ ﺑَﻠْﺠَﺔٌ ﻛَﺄَﻥَّ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻗَﻤَﺮﺍً ﺳَﺎﻃِﻌﺎً ﺳَﺎﻛِﻨَﺔٌ ﺳَﺎﺟِﻴَﺔٌ , ﻻَ ﺑَﺮْﺩَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﺣَﺮَّ , ﻭَﻻَ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟِﻜَﻮْﻛَﺐٍ ﺃَﻥْ ﻳُﺮْﻣَﻰ ﺑِﻪِ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﺗُﺼْﺒِﺢَ , ﻭَﺇِﻥَّ ﺃَﻣَﺎﺭَﺗَﻬَﺎ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﺻَﺒِﻴْﺤَﺘَﻬَﺎ ﺗَﺨْﺮُﺝُ ﻣُﺴْﺘَﻮِﻳَﺔً , ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬَﺎ ﺷُﻌَﺎﻉٌ ﻣِﺜْﻞَ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ , ﻭَﻻَ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟِﻠﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﺮُﺝَ ﻣَﻌَﻬَﺎ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ .

“…Sesungguhnya tanda Lailatul Qadar adalah malam cerah, terang, seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas. Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya. Dan sesungguhnya, tanda Lailatul Qadar adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.” (HR. Ahmad)

Keempat:

Ibadah pada malam tersebut akan terasa lebih tenang dibandingkan di malam-malam yang lain. Sebab, malaikat turun pada malam tersebut. Allah Ta’ala berfirman:

ﺗَﻨَﺰَّﻝُ ﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻭَﺍﻟﺮُّﻭﺡُ ﻓِﻴﻬَﺎ

“Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril,” (QS. Al-Qadar: 4)

Ibnu Katsir rahimahullah menafsirkan,
“Banyak malaikat yang akan turun pada Lailatul Qadar karena banyaknya berkah yang ada pada malam tersebut. Dan Malaikat akan turun bersamaan dengan turunnya berkah dan rahmat sebagaimana turunnya mereka di tengah-tengah orang yang membaca al-Qur’an serta mengelilingi majlis-majlis zikir.” (Tafsir Ibnu Katsir, 8/445)

Kelima:

Terkadang tanda-tanda malam tersebut diperlihatkan oleh Allah dalam mimpi orang mukmin. Hal ini sebagaimana yang pernah dialami oleh sebagian para sahabat.

Dalam sebuah riwayat dari Ibnu Umar
radhiyallahu ‘anhuma disebutkan bahwa ada seorang dari sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diperlihatkan lailatul qadar dalam mimpi ketika tujuh hari terakhir (dari bulan Ramadhan). Beliau pun bersabda;
“Aku tahu bahwa kalian melihat lailatul qadar pada tujuh hari terakhir Ramadhan. Siapa yang sungguh-sungguh dalam mencarinya, maka carilah di tujuh hari terakhir dari bulan Ramadhan.” (HR. Bukhari-Muslim)
———–

Dalam Musnad Ahmad dengan isnad yang baik dari ‘Ubadah bin al-Shamid r.a. berkata, Rasulullah SAW bersabda:

ﺇِﻥَّ ﺃَﻣَﺎﺭَﺓَ ﻟَﻴْﻠَﺔِ ﺍﻟْﻘَﺪْﺭِ ﺃَﻧَّﻬَﺎ ﺻَﺎﻓِﻴَﺔٌ ﺑَﻠْﺠَﺔٌ ﻛَﺄَﻥَّ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻗَﻤَﺮﺍً ﺳَﺎﻃِﻌﺎً ﺳَﺎﻛِﻨَﺔٌ ﺳَﺎﺟِﻴَﺔٌ , ﻻَ ﺑَﺮْﺩَ ﻓِﻴْﻬَﺎ ﻭَﻻَ ﺣَﺮَّ , َﻻَ ﻣﺤِﻞُّ ﻟِﻜَﻮْﻛَﺐٍ ﻳُﺮْﻣَﻰ ﺑِﻬِﺎ ﺣَﺘَّﻰ ﻳﺼْﺒِﺢَ , ﻭَﺇِﻥَّ ﻣﻦ ﺃَﻣَﺎﺭَﺗَﻬَﺎ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﺸَّﻤْﺲَ ﺻَﺒِﻴْﺤَﺘَﻬَﺎ ﺗَﺨْﺮُﺝُ ﻣُﺴْﺘَﻮِﻳَﺔً , ﻟَﻴْﺲَ ﻟَﻬَﺎ ﺷُﻌَﺎﻉٌ ﻣِﺜْﻞَ ﺍﻟْﻘَﻤَﺮِ ﻟَﻴْﻠَﺔَ ﺍﻟْﺒَﺪْﺭِ , ﻭَﻻَ ﻳَﺤِﻞُّ ﻟِﻠﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺃَﻥْ ﻳَﺨْﺮُﺝَ ﻣَﻌَﻬَﺎ ﻳَﻮْﻣَﺌِﺬٍ

Artinya : Sesungguhnya tanda-tanda Lailatul Qadr adalah malam cerah, terang , seolah-olah ada bulan, malam yang tenang dan tentram, tidak dingin dan tidak pula panas.
Pada malam itu tidak dihalalkan dilemparnya bintang, sampai pagi harinya .
Dan sesungguhnya, setengah dari tanda Lailatul Qadr adalah, matahari di pagi harinya terbit dengan indah, tidak bersinar kuat, seperti bulan purnama, dan tidak pula dihalalkan bagi setan untuk keluar bersama matahari pagi itu.

Qadhi Ibnu ‘Iyadh mengatakan dua pendapat kenapa pada pagi lailatul qadar, matahari terbit tidak ada terik panasnya, yaitu : pertama, itu sebagai tanda malam lailatul qadar yang dijadikan Allah SAW, kedua, hal itu terjadi karena banyak hilir mudik, turun kebumi dan naik malaikat yang dapat menutup panas matahari dengan sayapnya dan tubuhnya yang lembut.

Imam Ibnu Hajar al-Asqalani ketika menjelaskan tanda-tanda lailatul qadar, beliau berkomentar, “Terkadang lailatul qadar telah memperlihatkan sejumlah tanda-tandanya, dan kebanyakan tidak kita ketahui kecuali setelah tanda-tanda itu berlalu.” (Fathul Bari, 4/307)

Iman.

۞يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ كُونُواْ قَوَّٰمِينَ بِٱلۡقِسۡطِ شُهَدَآءَ لِلَّهِ وَلَوۡ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ أَوِ ٱلۡوَٰلِدَيۡنِ وَٱلۡأَقۡرَبِينَۚ إِن يَكُنۡ غَنِيًّا أَوۡ فَقِيرٗا فَٱللَّهُ أَوۡلَىٰ بِهِمَاۖ فَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلۡهَوَىٰٓ أَن تَعۡدِلُواْۚ وَإِن تَلۡوُۥٓاْ أَوۡ تُعۡرِضُواْ فَإِنَّ ٱللَّهَ كَانَ بِمَا تَعۡمَلُونَ خَبِيرٗا

(Abdullah Muhammad Basmeih)
Wahai orang-orang yang beriman! Hendaklah kamu menjadi orang-orang yang sentiasa menegakkan keadilan, lagi menjadi saksi (yang menerangkan kebenaran) kerana Allah, sekalipun terhadap diri kamu sendiri, atau ibu bapa dan kaum kerabat kamu. Kalaulah orang (yang didakwa) itu kaya atau miskin (maka janganlah kamu terhalang daripada menjadi saksi yang memperkatakan kebenaran disebabkan kamu bertimbang rasa), kerana Allah lebih bertimbang rasa kepada keduanya. Oleh itu, janganlah kamu turutkan hawa nafsu supaya kamu tidak menyeleweng dari keadilan. Dan jika kamu memutar-balikkan keterangan ataupun enggan (daripada menjadi saksi), maka sesungguhnya Allah sentiasa Mengetahui dengan mendalam akan apa yang kamu lakukan.

-Surah An-Nisa’, Ayah 135